Sunday, January 8, 2012

Kenaikan Harga dan Dampaknya bagi Masyarakat


Kenaikan Harga dan Dampaknya bagi Masyarakat


Semenjak adanya kenaikan tarif dasar listrik yang diterapkan oleh pemerintah, sangat berdampak dengan adanya kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok masyarakat.
Diantaranya harga beras, telor, minyak, gas, sayur mayur, memasuki bulan suci Rahmadhan harga-harga bertambah melonjak naik sampai harga tiket mudik menjelang lebaran. Masyarakat semakin menjerit karena harga-harga dipasar melonjak tinggi, penjual pada mengeluh karena daya beli masyarakat menurun drastis.     
Presiden menilai terjadinya lonjakkan harga bahan pokok didalam negri tidak terlepas  dari pengaruh gejolak ekonomi global, salah satunya akibat gejolak harga minyak mentah Dunia.
Pernyataan sejumlah pengamat yang menilai gejolak harga  dalam negri, ada tiga hal yang menjadi penyebab lonjakan harga pangan yakni resesi ekonomi akibat kredit macet, infasi harga pangan dan tingginya harga minyak mentah dunia.
Didalam negri terjadi inflasi beberapa pangan pokok karena itu kenaikan harga bahan pangan dan barang lainnya, energi serta tarif jasa menyebabkan angka kemiskinan diIndonesia meningkat disisi lain tingkat pendapatan atau kesejaterahan masyarakat tidak meningkat, bahkan dengan melonjaknya bahan pangan perusahaan mengurangi produksinya bahkan melakukan pemecatan karyawan (PHK) akibatnya banyak orang yang kehilangan pekerjaannya dan menganggur.
Pendapatan masyarakat tidak bisa menutupi kenaikan harga barang dan tarif jasa dalam hal ini tidak dapat di atasi dengan  mekanisme pasar, tetapi perlu di sikapi secara serius oleh pemerintah.
Kenaikan harga berdampak pada inflasi terutama harga pangan pokok yang berdampak berat bagi orang miskin seperti para petani gurem, buruh tani, nelayan, dsb mereka sangat merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak dirasakan oleh orang kaya pepatah mengatakan “yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin” pepatah ini sangat terbukti dengan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia yang sangat memprihatinkan.
      


No comments:

Post a Comment