Banyak tersebar dimana-mana dengan kejadian yang mencakup anak-anak, terlebih anak-anak di bawah umur. Mereka yang selalu menjadi korban kekerasan atas manusia dewasa, terlebih oleh orangtua merreka yang menindak lanjuti mereka dengan kekerasan.
Tiadakah arti berharga bagi mereka akan anak-anaknya yang seharusnya mereka sayang bukan hanya sekedar untuk mereka siksa? Adakah keuntungan dari mereka dengan menyiksa anak mereka? Tidakkah hadirnya sang anak merupakan kebahagian bagi orangtua? Lalu akan hal apa mereka melakukan penyiksaan terhadap anak mereka?
Tersebar dalam sebuah berita, ada seorang ibu yang menggugurkan janin yang akan menjadi seorang anak yang lucu, ada lagi seorang ibu yang tega membunuh anaknya yang baru saja lahir di dunia, atau belum selang satu bulan bayi tersebut mendapatkan indahnya hidup, namun dengan tega ibu tersebut lantas membunuh anaknya begitu saja. Tersirat kabar bahwa sang ibu melakukan hal tersebutt dikarenakan faktor biaya yang ia tidak akan mampu membiayai bayinya tersebut.
Selain itu, ada lagi sang ibu yang membuang bayinya di tempat yang kemungkinan di jamah orang untuk menemukannya. Hal ini di karenakan factor biaya (LAGI) yang membuat sang ibu nekat melakukan hal tersebut.
Berbeda dengan faktor dan segi penyiksaan di atas, tersebar dalam berita dimana seorang anak yang di siksa dengan di cambuk dan di pukuli oleh sang ibu hanya karna sang ayah meninggalkan si ibu dan juga anak-anaknya. Entah apa yang ada di benak ibu itu hingga dengan teganya membuat sakit anaknya dengan kedua tangannya. Sang ibu pun lantas pergi dengan meninggalkan kedua anaknya yang berumur sekitar 9tahun dan 1tahun tanpa membekalkan anaknya apapun.
Terasa mengiris hati bagi saya ketika melihat dan mendengar siaran berita-berita tersebut. Tidakkah seorang ibu haruslah memiliki hati yang baik untuk anak-anak mereka, bukankah seorang ibu harusnya menjaga anak-anak mereka? Namun mengapa para ibu di atas melakukan hal yang tidak sepantasnya kepada anak-anaknya? para anak membutuhkan kasih sayang serta pendidikan yang pantas, bukan kekerasan dan penyiksaan yang seharusnya mereka terima. seorang anak berhak mendapatkan haknya sebagai seorang anak, sangat kesal ataupun sedih sekali ketika melihat anak-anak kecil yang seharusnya dirumah dan bersekolah tetapi harus mencari uang dipinggiran jalan dengan cara mengamen maupun minta-minta kewajiban untuk menacari uang adalah kewajiban orangtua bukan anak tapi apa daya lagi-lagi ini didasari oleh persoalan biaya.
yaaah, namun begitulah hidup, bukanlah hidup namanya apabila tidak ada masalah yang datang. Akan tetapi, dari setiap masalah, entah itu masalah keuangan, semua masalah apapun pasti akan ada jalan keluar :) NEVER SAY GIVE UP!!
cara kita mendidik anak akan menancap dalam ingatannya dan akan terbawa sampai ia dewasa. dalam menghukum anak untuk mengajarkan sikap kedisiplinan hendaknya dengan cara yang bijak dan membawa efek jera pada anak tersebut.
saya setuju dengan Khalil gibran, dalam ‘Sang Nabi’
Anakmu bukan milikmu
Mereka putra putri yang rindu Pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan Bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap,,
Mereka putra putri yang rindu Pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan Bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap,,
–
kita tidak punya hak atas anak kita, anak kita adalah amanah. meski kita yang membesarkan dan merawat mereka, tapi mereka tidak pernah meminta kita untuk melakukan itu. marilah kita jaga amanah kita, dengan memberikan bekal yang diperlukan anak kita dan biarkan mereka menentukan jalan mereka sendiri.
STOP VIOLENCE TO CHILDREN!!