Banyak anak-anak yang tidak bisa merasakan masa kecilnya dikarenakan mempunyai penyakit yang menyebabkan kematian, diantaranya seperti kanker otak atau penyakit syaraf. Data itu diperoleh dari penelitian terhadap anak-anak yang bertahan hidup dari kanker semasa kanak-kanak. Jenis tumor saraf yang sering ditemui pada anak-anak yaitu gliomas dan meningiomas, yang umumnya ditemukan pada otak dan juga bagian lainnya. Sekitar 1 persen dari total penderita kanker usia anak-anak yang mampu bertahan dalam selang waktu bertahun-tahun diketahui akan terkena tumor pada sistem sarafnya jika mereka terkena radiasi. Risiko tertinggi untuk terkena kanker kedua kalinya (kanker pada sistem saraf) untuk anak-anak yang menjalani terapi radiasi pada usia sangat muda memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker otak di kemudian hari. Para dokter diinggris telah mendapatkan pedoman baru mendiagnosis tumor otak pada anak-anak guna mengatasi keterlembatan dalam perawatan. Para spesiallis telah menghasilkan serangkaian rekomendasi untuk dokter dan rumah sakit pada saat mempertimbangkan tes apa yang diperlukan untuk tumor otak, padahal pengobatan yang tertunda meningkatkan resiko komplikasi yang dapat mengancam jiwa si anak.
Sekitar 1 dari 600 anak dibawah usia 16 tahun didiagnosis kanker, seperempat dari mereka memiliki tumor tulang belakang atau tumor otak. Diperkirakan 60% anak-anak yang bertahan hidup dengan tumor otak kiri dan kecacatan akan mengalami perubahan kondisi tubuh, seperti kehilangan pengelihatan, rontoknya rambut secara perlahan-lahan, hilangnya memori ingatan, menurunnya fungsi syaraf, dan apabila sudah terlalu parah akan mengakibatkan kelumpuhan secara total. Penundaan dalam perawatan bisa berakibat fatal dan menyebabkan gejala dan komplikasi yg lebih parah.
Panduan untuk mendiagnosis tumor otak dibawah usia 16th umumnya dilakukan tanpa melihat akar penyebab masalah. Anak-anak yang beresiko lebih rendah terkena tumorpun harus diperiksa oleh seorang spesialis dalam waktu 2minggu dan wajib melakukan scan dalam waktu 4minggu. Professor David Walker, dari Brain Tumor Children’s Research Center diNottingham juga kadang-kadang tidak menjawab gejala yang datang dan pergi.
Penyembuhan dengan cara radiasi diketahui memang memiliki risiko hingga enam kali lipat untuk menyebabkan terjadinya glioma dan sepuluh kali lipat untuk terkena meningioma. Risiko terkena kanker pada saraf akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya dosis radiasi yang digunakan untuk terapi penyembuhan dari kanker pertama yang dideritanya. Adanya pengamatan lebih lanjut bagi anak-anak yang mampu bertahan dari kanker di usia muda terutama yang menjalani terapi radiasi untuk menjadi petunjuk atau deteksi dini terhadap jenis kanker yang akan menyerang selanjutnya. Sebaiknya melakukan pengobatan secara tradisional contohnya seperti seorang teman saya yang telah didiagnosis oleh dokter mempunyai penyakit kanker otak ia telah menjalani pengobatan secara medis, seperti chek up, dan kemoterapi,namun tidak menghasilkan kemajuan yang berarti. Dia merasakan rasa sakit, mual serta pusing setelah ia melakukan kemoterapi. akhirnya ia beralih kepengobatan tradisional alhamdulillah mendapat kemajuan yang berarti :)
No comments:
Post a Comment